Pernahkah kita merasa bingung akan cinta?
Bingung terutama dengan perasaan, sayang?cinta ?hanya suka ?
atau …. Entahlah
Kalau dari segi teorinya sih mengatakan cinta itu terbagi
jadi tiga komponen yaitu intimacy,passion commitment (Sternberg , 1988 ). Kalau kita jelaskan intimacy itu
adalah perasaan dimana adanya afeksi dan emosi . Kita akan
memperhatihan kesejahteraan dan
kebahagiaan pasangannya, menghormati dan menghargai satu sama lain, dan
memiliki tingkat saling pengertian yang tinggi. Selain itu, passion adalah elemen fisiologis seperti
kenyamanan sentuhan, berdekatan, dan gairah berdekatan secara fisik. Sedangkan komitmen adalah keinginan untuk
menjaga hubungan berdua agar tetap langgeng sampai akhir hayat.
Nah tapi pernah kah
kita sadari bahwa dalam satu hubungan yang lama (entah pacarannya lama atau
sudah menikah ) terkadang rasa passion
nya sudah berkurang, atau malah menghilang.Apakah hal tersebut baik? Tentunya
alangkah lebih baik jika kita merasakan ketiganya dan berusaha untuk
menumbuhkan passion tersebut.
Tapi bagaimana jika
passion tersebut tidak kunjung hadir namun bahkan kita menemukkannya pada orang
lain? ( seperti cerita di film Supernova).
Merasa lebih senang,
merasa lebih bahagia, merasa lebih berdetak kencang jantung ini ketika melihat orang lain….
Lalu bagaimana apakah salah?
Sebenarnya salah sih
tidak karena rasa itu muncul secara tiba-tiba dan menghilang tanpa permisi.
Lalu apa yang harus
kita lakukan?
Entahlah bagaimana,
mungkin harus kita ketahui terlebih dahulu apa penyebabnya..
Mungkin karena komunikasi
diantara pasangan kurang berjalan dengan baik,
Mungkin juga karena
kehangatan tersebut sudah tidak ada lagi,
Atau mungkin karena
kita tidak bersyukur dengan apa yang ada di pasangankita.
Mungkin dan mungkin
Banyak sekali
kemungkinan tersebut
Namun apapun
penyebabnya kita harus bisa menjaga perilaku dan perasaan agar tidak mengarah
ke hal-hal yang negatif.
Lalu bagaimana cara
kita berinteraksi dengan orang yang
dapat membuat kita merasakan adanya passion
?
Ya perilaku kita
perlu dijaga. Selama kita bisa membatasi interaksi dengan orang tersebut
sebagai suatu bentuk pertemanan. Selama kita bisa menjaga perasaan , selama
kita mampu menghindari adanya perselingkuhan
Selama itu pula
sah-sah saja kita mendapatkan passion dari orang lain untuk menutupi kekosongan
sementara.
Walaupun agak sulit untuk berperilaku yang tepat agar tidak berkelanjutan dan mungkin sebaiknya benar-benar mengontrol diri..
Namun
Dan tidak lupa pula
hal utamanya lah harus menemukan penyebab dan strategi untuk mendapatkan passion dengan pasangan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar